Tidak Menangis Belum Tentu Hebat, Simak Kisah Pilu Bocah Ini

Bocah satu ini mulanya dianggap sebagai bocah idaman setiap orang tua. Pasalnya, ia tak pernah menangis setiap kali luka atau lecet.

Namun demikian, kehidupan Dexter Cahill dan kedua orang tuanya ternyata justru jauh dari kata damai. Lindsay dan Tom, orang tua Dexter, menyadari bahwa putra mereka ternyata mengalami kelainan genetik langka yang membuatnya tak bisa merasakan sakit – meski cedera serius sekalipun.

Dexter, yang bakal segera berusia empat tahun, sudah mengalami beberapa retak tulang, termasuk di ibu jari dan juga tangan. Selain itu, salah satu tulang metatarsalnya di kaki kirinya juga patah tiga pekan lalu.

Namun yang miris, kedua orang tuanya sering tak pernah tahu apa yang terjadi pada sang anak karena ia tidak pernah menangis.

Dexter Cahill (3) bersama orangtuanya. (c) garethiwanjones.com

Awal tahun ini, Dexter sempat menari dan melompat kegirangan di tempat penitipan anak ketika pengasuhnya menyanyikan lagu tentang alfabet. Sejurus kemudian, sang bocah mendadak berhenti melompat dan tak bisa berdiri lagi. Ia sama sekali tidak menangis, namun kemudian baru diketahui bahwa tulang keringnya patah.

Menurut penelitian, kesempatan seorang anak untuk mengalami gangguan genetis seperti Dexter adalah satu dalam 125 juta.

Lindsay dan Tom pertama kali tahu soal kondisi sang bocah ketika ia berusia empat bulan. Kala itu Dexter belajar menggunakan giginya dan ia mulai menggesek-gesekkan lidahnya ke gigi hingga berdarah. Selain itu, ia juga mencabut tiga giginya dan mengalami banyak lecet serta memar.

Ketika menjalani liburan bersama saudaranya, Dexter sama sekali tidak merasakan apapun kala menceburkan dirinya ke sebuah kolam. Padahal sepupunya mengeluhkan betapa dinginnya air di dalam kolam tersebut. Keluarganya sempat tidak sadar akan hal tersebut. Untungnya, Dexter tak sampai mengalami hipotermia.

Keluarga Dexter pun terpaksa pindah ke rumah yang lebih modern, dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung kondisi sang bocah. Setiap sudut tajam di rumah tersebut dilapisi foam. Ada juga sistem pengatur suhu ruangan khusus, karena Dexter sulit membedakan dingin dan panas.

Linda pun berharap Dexter bisa banyak belajar soal kondisinya setelah dewasa nanti dan senantiasa berhati-hati untuk tidak melukai dirinya sendiri, meski hal tersebut tidak membuatnya kesakitan. Next

loading...
Tidak Menangis Belum Tentu Hebat, Simak Kisah Pilu Bocah Ini | makinseru | 4.5