Kerja Mati-Matian Demi Adiknya, Ini Balasan Yang Diterima Sang Kakak

Seorang pelajar SMA belum lama ini menjadi buah bibir di Tiongkok, karena usahanya yang begitu keras dalam mengupayakan kesembuhan sang adik.

Baca Juga: Canggih, 4 Seleb Indonesia ini Sudah Ada Aplikasinya di Smartphone

Pelajar tersebut bernama Ma. Ia tinggal di sebuah desa miskin yang ada di provinsi Hubei. Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, keluarga Ma harus mendapatkan cobaan yang cukup berat.

Adik Ma diketahui mengidap penyakit leukimia. Untuk mengobati penyakit ini tentu tidak membutuhkan biaya yang sedikit. Selain itu, mereka yang punya dana untuk berobat secara teratur pun juga belum tentu bisa memperoleh kesembuhan.

(c) NextShark

Namun hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi Ma. Dilansir oleh laman Next Shark, ia membulatkan tekad untuk bekerja keras dan mencari uang. Dirinya bercita-cita masuk sekolah medis dan menjadi dokter ahli, agar dapat mengobati adiknya kelak.

Tekad Ma tersebut ternyata bukan hanya sekedar isapan jempol. Hampir setiap hari ia melakoni berbagai macam pekerjaan demi menggapai cita-citanya tersebut.

Salah satunya adalah dengan menjadi tukang atau buruh bangunan. Dalam pekerjaannya ini, Ma bertugas melakukan berbagai macam hal yang menuntut kekuatan fisik, seperti mengaduk semen, mengangkat berbagai macam material bangunan, dan juga sesekali menjadi tukang batu.

(c) NextShark

Dari upayanya bekerja mati-matian itu, Ma mendapatkan upah senilai 100 yuan atau setara dengan 15 dollar per hari. Cukup lumayan, namun entah harus berapa tahun ia bekerja sebelum benar-benar menjadi dokter.

Meski demikian, di sekolahnya Ma dikenal sebagai anak yang rajin dan cerdas. Ia selalu bisa menyeimbangkan tanggung jawab sebagai murid sekolah dan juga bekerja.

Sementara itu, sang nenek berada di rumah dan bertugas menjaga adik Ma, sementara ia dan orang tuanya sedang keluar mencari uang.

Dan sebuah keajaiban yang tak terduga kemudian menghampiri keluarga Ma. Semenjak media lokal meliput kisah dirinya dan keluarganya, simpati mengalir dari seluruh penjuru Tiongkok. Cerita Ma yang berjuang keras demi kesembuhan adiknya, mendadak viral.

(c) NextShark

Tak hanya dukungan dari sisi moral, dukungan finansial pun juga mengalir ke keluarga Ma. Dalam waktu kurang dari 24 jam usai berita soal kehidupannya menyebar, uang sumbangan yang masuk ke rekening keluarga Ma sudah mencapai 600 ribu yuan atau sekitar 88.200 dollar.

Ma pun amat bersyukur dengan uang sumbangan dari para dermawan tersebut. Ia amat gembira karena kini adiknya bisa disembuhkan. Dana yang begitu besar sudah lebih dari cukup bagi adik Ma, yang baru berusia tiga tahun, untuk menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang.

Baca Juga: Inilah 6 Pemeran Ibu-ibu Sinetron Cantik nan Awet Muda

Ma kini bisa bernafas lega karena tak perlu lagi terlalu khawatir dengan nasib adiknya. Ia sekarang hanya berharap operasi tersebut bisa menyelamatkan anggota keluarga yang amat ia cintai. Prev

loading...
Kerja Mati-Matian Demi Adiknya, Ini Balasan Yang Diterima Sang Kakak | makinseru | 4.5