Fokus Main Gadget, Tak Sadar Teman Satu Kos Sudah Tiga Hari Meninggal

Perkembangan teknologi komunikasi seperti smartphone dan tablet memang membawa banyak manfaat positif. Namun jika terlalu berlebihan dalam menggunakannya, bisa memberikan dampak yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Belum Menikah, 4 Seleb Cantik Ini Diduga Hamil Duluan

Itulah kisah yang bisa kita petik dari kejadian di Bandung belum lama ini. Karena para penghuni kos terlalu asyik bermain gadget dan terlalu individualistis, mereka sampai tak sadar ada salah seorang teman mereka meninggal sejak tiga hari sebelumnya.

Kejadian naas tersebut menimpa seorang mahasiswi ITB bernama Sartika Tio Silalahi. Cewek berusia 21 tahun ini sedang menimba ilmu di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.

Malangnya, mahasiswi angkatan 2013 tersebut harus meregang nyawa di usianya yang begitu muda. Pada Senin, 10 Juli, ia ditemukan sudah tak bernafas lagi di kamar kosnya di Jalan Plesiran, Taman Sari, Bandung.

Menurut keterangan yang dihimpun dari polisi, korban sudah meninggal tiga hari sebelumnya. Namun demikian, tidak ada satu pun penghuni kosan lain yang menyadari bahwa salah satu rekan mereka sudah tidak bernyawa.

Suasana tempat kos Sartika Tio Silalahi (21) mahasiswi Planologi ITB yang ditemukan meninggal di kamar kos, Minggu (16/7/2017). (Tribun Jabar/Ery Chandra)

Hal ini ditengarai karena mahasiswa lain yang menghuni kosan tersebut terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Mereka terlalu sibuk bermain gadget di kamarnya, hingga tidak menyadari bahwa Sartika tidak kelihatan batang hidungnya di tiga hari belakangan.

Kejadian ini kemudian dibagikan oleh seseorang dengan akun Nestor Rico Tambun di Facebook. Di situ ia juga mengeluhkan bagaimana perubahan yang terjadi dalam kehidupan mahasiswa kostan. Tidak seperti di tahun 80 dan 90an, di mana penghuni kost sudah seperti keluarga dan saudara, mahasiswa perantauan kini sudah sibuk dengan kehidupannya sendiri.

Semakin banyak orang memilih sibuk dengan alat komunikasi yang mereka genggam, ketimbang mengobrol dengan seseorang secara langsung.

Dalam kasus Sartika, penemuan mayatnya diawali ketika orang tuanya tak bisa menghubunginya. Mereka kemudian meminta bantuan pemilik kost.

Pemilik kost pun tidak langsung bergerak dan mengecek sendiri di kostan, melainkan meminta tolong para penghuni lain – dengan mengirimpan pesan di grup chat LINE. Baru setelah itu, mayat Sartika ditemukan dalam kondisi yang sudah berbau.

 

Sartika Tio Silalahi (c) Facebook

Menurut keterangan yang diunggah oleh Nestor Rico Tambun, mahasiswi asal Tapanuli tersebut menderita maag kronis, namun sudah keburu meregang nyawa sebelum bisa mendapatkan pertolongan.

Membaca unggahan dari Nestor tersebut, banyak netter pun tergugah hatinya. Mereka ikut prihatin dengan para mahasiswa kostan, yang dari hari ke hari semakin mengusung gaya hidup individualistis.

Baca Juga: Mentas dari Kontes Kecantikan, 4 Seleb Aduhai Ini Banting Stir Jadi Penyanyi

Hingga kini, kisah Sartika yang dibagikan Nestor di Facebook sudah mendapatkan tak kurang dari 6 ribu shares. Prev

loading...
Fokus Main Gadget, Tak Sadar Teman Satu Kos Sudah Tiga Hari Meninggal | makinseru | 4.5