Catatan Rekor Renang Batal Karena Baju Kurang Islami

islami

Elham Asghari mungkin adalah salah satu atlit renang yang paling kecewa setelah mengetahui apa yang tengah menimpanya saat ini. Bagaimana tidak, perempuan asal Irak ini telah mencetak rekor dunia berenang sejauh 20 kilometer mengenakan jilbab mengarungi Laut Kaspia beberapa waktu lalu. Namun rekor yang sudah dipecahkannya itu harus batal karena sekelompok ulama tidak mengakuinya. Sekelompok pemuka agama itu membatalkan catatan rekor yang diciptakan oleh Elham karena dianggap menggunakan pakaian renang yang mengumbar auratnya.*

Padahal sebelumnya Asghari telah merancang baju renangnya itu khusus mengikuti syariat Islam. Bahkan baju renangnya telah menambah beban beratnya lebih dari 6 kilogram. Tapi ternyata usahanya mengenakan baju renang islami ditolak oleh para ulama tersebut. Mereka masih menganggap baju renang yang digunakan Elham masih kurang islami.

“Mereka bilang seberapa pun Islami pakaian renang saya pakai, mereka tetap tidak menerimanya. Mereka bilang lekuk tubuh saya masih tetap terlihat saat keluar dari air,” kata Asghari.

Untuk meraih dukungan publik melawan keputusan para ulama itu akhirnya Asghari membuat sebuah rekaman video dirinya tengah berenang memakai pakaian renang Islami itu.

“Saya berenang sejauh 20 kilometer dari Kota Nowshahr tapi mereka menyebutnya hanya 15 kilometer,” kata dia dalam video yang diunggah di YouTube. “Saya protes dan mereka mengakuinya sejauh 18 kilometer. Tapi sampai sekarang mereka tidak mencatat rekor saya.”

Kaum hawa di Iran dibolehkan berenang di kolam terpisah dari laki-laki. Mereka juga biasa mengikuti kompetisi olah raga perempuan Islam yang diadakan rutin di Ibu Kota Teheran. Namun mereka dilarang mengikuti kompetisi di luar negeri dan tidak boleh berenang di laut.


loading...
Catatan Rekor Renang Batal Karena Baju Kurang Islami | makinseru | 4.5